Cedera Olahraga dan Kerusakan Tulang Rawan: Bisakah Terapi BMAC Membantu Anda Kembali Berolahraga?

BACAAN SINGKAT

Kerusakan tulang rawan merupakan salah satu cedera olahraga yang paling sering membuat frustrasi. Bukan karena kasusnya jarang terjadi, tetapi karena tulang rawan tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri seperti tulang atau otot. Jika Anda sering mengalami nyeri lutut yang tidak kunjung membaik, lutut bengkak setelah berolahraga, atau muncul sensasi seperti bergesekan atau berbunyi saat menggerakkan sendi, artikel ini ditujukan untuk Anda.

Di artikel ini, Anda akan mengetahui apa sebenarnya kerusakan tulang rawan, mengapa kondisi ini tidak boleh dibiarkan tanpa pengobatan, serta bagaimana terapi BMAC (Bone Marrow Aspirate Concentrate) dapat menjadi pilihan pengobatan minimal invasif sebelum tindakan operasi yang lebih besar diperlukan.

Dr Yong Ren adalah dokter spesialis ortopedi di Singapura yang telah menjalani fellowship di Swiss. Beliau memiliki keahlian dalam penanganan gangguan pinggul, lutut, panggul, tulang belakang, hingga cedera patah tulang. Beliau juga sering menangani pasien dengan cedera tulang rawan akibat olahraga, termasuk banyak pasien yang datang dari Indonesia.
Jika kondisi ini terdengar mirip dengan yang Anda alami, lanjutkan membaca artikel ini atau hubungi tim kami melalui WhatsApp.

Author: 

Dr Yong Ren, MBBS, MMed, FRCSedS

Dr Yong Ren is a Singapore-based orthopaedic surgeon practising at The Orthopaedic and Pain Practice, with clinics at Gleneagles Medical Centre and Mount Elizabeth Novena Specialist Centre.

Ketika Cedera Sendi Bukan Sekadar Keseleo Biasa

Salah posisi saat bermain sepak bola. Menapakkan kaki dengan posisi yang kurang tepat setelah melompat. Atau lutut yang terus terasa nyeri meski sudah beristirahat. Inilah keluhan yang paling sering didengar Dr Yong Ren dari para pasien yang aktif berolahraga. Dan ternyata, banyak di antaranya mengalami kerusakan pada tulang rawan sendi.

Tulang rawan sendi (articular cartilage) adalah jaringan halus yang melapisi ujung tulang di dalam sendi. Fungsinya sebagai bantalan agar tulang dapat bergerak dengan mulus tanpa saling bergesekan. Sayangnya, jaringan ini hampir tidak memiliki aliran darah sehingga ketika rusak, dia tidak bisa sembuh sendiri secara alami. Jika tidak ditangani, kerusakan akan terus bertambah parah seiring waktu.

Kerusakan tulang rawan dapat terjadi akibat benturan mendadak, seperti terjatuh, lutut terpelintir, atau mendarat dengan posisi yang salah. Selain itu, aktivitas yang memberikan tekanan berulang pada sendi seperti berlari, melompat, atau jongkok dalam waktu lama juga dapat menyebabkan kerusakan secara bertahap. Cedera pada ligamen ACL atau robekan meniskus juga dapat mempercepat kerusakan karena membuat sendi menjadi kurang stabil.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Nyeri sendi yang semakin terasa saat beraktivitas atau menahan beban, bahkan tetap terasa saat sedang beristirahat.
  • Pembengkakan yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah cedera.
  • Sendi terasa kaku dan sulit digerakkan, terutama setelah lama tidak bergerak.
  • Muncul sensasi bergesekan, bunyi “klik”, atau seperti ada yang tersangkut saat sendi digerakkan.
  • Sendi tiba-tiba terkunci atau terasa lemas sehingga sulit menopang tubuh.

Jika Anda mengalami salah satu dari kondisi di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Semakin cepat kondisi ini dievaluasi, semakin banyak pilihan pengobatan yang masih dapat dipertimbangkan.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Diobati?

Karena tulang rawan tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri, kerusakan yang tidak ditangani tidak akan berhenti begitu saja—kondisinya akan terus memburuk. Nyeri yang awalnya hanya muncul saat berolahraga dapat berkembang menjadi nyeri saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Seiring waktu, lapisan pelindung pada sendi akan semakin menipis. Akibatnya, tulang harus menanggung beban yang lebih besar hingga akhirnya saling bergesekan. Kondisi inilah yang menjadi ciri khas osteoartritis (pengapuran sendi).

Diperkirakan sekitar 7% penduduk Indonesia mengalami osteoartritis, dengan lutut sebagai sendi yang paling sering terkena. Ketika kondisi sudah mencapai tahap ini, pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas dan biasanya memerlukan tindakan yang lebih invasif.

Semakin lama Anda menunda pengobatan, semakin besar risikonya mengalami nyeri kronis, keterbatasan gerak, dan proses pemulihan yang lebih sulit. Karena itu, semakin cepat kerusakan tulang rawan diperiksa, semakin banyak pilihan terapi yang tersedia, termasuk pilihan yang tidak memerlukan operasi besar.

Pilihan Pengobatan: Dari Terapi Konservatif hingga Regeneratif

Penanganan kerusakan tulang rawan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, seperti tingkat keparahan cedera, usia, aktivitas sehari-hari, serta hasil pemeriksaan seperti MRI atau pemeriksaan pencitraan lainnya.

Pada kasus yang masih ringan, dokter biasanya akan menyarankan fisioterapi, obat antiradang, atau perubahan aktivitas. Sementara pada kerusakan yang lebih berat, tindakan seperti microfracture surgery atau transplantasi tulang rawan mungkin diperlukan.

Bagi pasien yang ingin mencoba pilihan yang lebih minimal invasif sebelum mempertimbangkan operasi, terapi BMAC dapat menjadi salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan.

Apa Itu Terapi BMAC?

BMAC (Bone Marrow Aspirate Concentrate) adalah terapi yang menggunakan konsentrat sumsum tulang milik pasien sendiri. Konsentrat ini mengandung berbagai komponen yang berperan dalam proses penyembuhan alami tubuh, seperti sel punca (stem cells), trombosit, dan faktor pertumbuhan, yang dapat membantu mendukung perbaikan jaringan di dalam sendi.

Terapi BMAC mungkin cocok dipertimbangkan apabila:

  • Nyeri atau kekakuan sendi sudah berlangsung selama beberapa minggu.
  • Pengobatan konservatif belum memberikan hasil yang memuaskan.
  • Anda ingin mencoba alternatif pengobatan sebelum menjalani operasi.
  • Anda seorang atlet yang ingin segera berolahraga kembali.

Bagaimana Prosedur Terapi BMAC Dilakukan?

Terapi BMAC merupakan prosedur rawat jalan yang dapat diselesaikan dalam satu hari. Sebagian besar pasien hanya perlu berada di klinik selama beberapa jam dan dapat langsung pulang pada hari yang sama, jika kondisi medis memungkinkan.

Prosedurnya meliputi beberapa tahap berikut:

  • Dokter mengambil sedikit sumsum tulang dari tulang panggul menggunakan anestesi lokal. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 10–15 menit.
  • Sumsum tulang kemudian diproses menggunakan mesin sentrifus untuk memisahkan dan mengonsentrasikan komponen-komponen yang berperan dalam proses penyembuhan.
  • Setelah itu, konsentrat BMAC disuntikkan ke sendi yang mengalami kerusakan, biasanya dengan bantuan USG atau panduan pencitraan lainnya agar penyuntikan lebih akurat.

Karena menggunakan sel dari tubuh pasien sendiri, risiko penolakan maupun reaksi alergi sangat rendah. Sebagian besar pasien sudah dapat memulai fisioterapi dalam waktu sekitar dua minggu setelah tindakan, dan secara bertahap kembali ke latihan ringan dalam beberapa minggu berikutnya. Bagi pasien yang datang dari Indonesia, proses rehabilitasi dapat dilanjutkan bersama fisioterapis di kota asal. Hal ini membuat terapi BMAC menjadi pilihan yang praktis bagi pasien yang hanya perlu berkunjung singkat ke Singapura.

Mengapa Berobat ke Singapura?

Dokter spesialis ortopedi di Singapura menjalani pendidikan dan pelatihan dengan standar internasional, termasuk banyak yang telah mengikuti program fellowship di berbagai pusat medis terkemuka di luar negeri. Didukung oleh akses terhadap terapi seperti BMAC, standar pelayanan klinis yang tinggi, serta fasilitas pencitraan medis modern, pasien dapat memperoleh penanganan yang memenuhi standar pelayanan kesehatan internasional.

Bagi pasien dari Indonesia, berobat ke Singapura juga menawarkan berbagai keuntungan, seperti:

  • Waktu perjalanan yang singkat dari berbagai kota besar di Indonesia.
  • Prosedur rawat jalan yang selesai dalam satu hari sehingga tidak perlu dirawat inap dalam waktu lama.
  • Tersedia tim pendamping yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia selama proses pengobatan.
  • Konsultasi dokter, pemeriksaan penunjang, hingga tindakan dapat dilakukan dalam satu kali perjalanan.

Berapa Biaya Terapi BMAC?

Biaya terapi BMAC di Singapura umumnya berkisar antara SGD 3.000 hingga SGD 6.000, tergantung pada sendi yang ditangani dan rencana perawatan masing-masing pasien. Biaya konsultasi dokter dan pemeriksaan penunjang, seperti MRI atau pemeriksaan pencitraan lainnya, biasanya dikenakan secara terpisah bila diperlukan.

Setelah konsultasi awal, dokter akan memberikan estimasi biaya yang disesuaikan dengan kondisi Anda sehingga Anda mengetahui perkiraan biaya sejak awal tanpa ada biaya tersembunyi.

Tentang Dr Yong Ren

Dr Yong Ren merupakan salah satu dokter spesialis ortopedi di Singapura yang memiliki keahlian luas di berbagai bidang ortopedi. Di saat banyak dokter kini berfokus pada satu subspesialisasi tertentu, beliau memiliki pengalaman mendalam dalam bedah panggul dan lutut, rekonstruksi panggul, bedah tulang belakang, serta penanganan patah tulang. Dengan cakupan keahlian tersebut, pasien dapat memperoleh penilaian yang menyeluruh dalam satu kali konsultasi.

Beliau merupakan lulusan Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore (NUS). Setelah itu, Dr Yong Ren melanjutkan pelatihan subspesialis di Inselspital, Bern, Swiss—salah satu pusat ortopedi terkemuka di Eropa. Sekembalinya ke Singapura, beliau dipercaya memimpin tim Orthopaedic Trauma di Khoo Teck Puat Hospital, dan hingga kini masih aktif sebagai Visiting Consultant di rumah sakit tersebut.

Selain aktif menangani pasien, Dr Yong Ren juga berperan dalam dunia pendidikan kedokteran. Beliau pernah menjabat sebagai Assistant Professor di Yong Loo Lin School of Medicine, menjadi pengajar utama dalam program pendidikan dokter spesialis ortopedi di bawah National Healthcare Group (NHG), serta merupakan anggota dewan AO Trauma Singapura, yaitu organisasi internasional yang dikenal luas dalam pelatihan penanganan patah tulang dan trauma ortopedi.

Kualifikasi & Keanggotaan

  • MBBS, National University of Singapore
  • MMed (Orthopaedic Surgery)
  • FRCSEd (Orthopaedic) – Fellowship of the Royal College of Surgeons of Edinburgh
  • Anggota AO Trauma International
  • Anggota Singapore Medical Association
  • Visiting Consultant, Khoo Teck Puat Hospital

Bagi pasien dari Indonesia, klinik Dr Yong Ren menyediakan layanan pendampingan berbahasa Indonesia, mulai dari konsultasi awal, pengaturan jadwal, hingga tindak lanjut setelah prosedur selesai dilakukan.

Siap Mengambil Langkah Selanjutnya?

diperiksa, semakin banyak pilihan pengobatan yang tersedia, dan umumnya semakin kecil pula kemungkinan memerlukan tindakan operasi yang lebih besar.
Jika Anda mengalami nyeri sendi yang tidak kunjung membaik atau ingin mengetahui apakah terapi BMAC merupakan pilihan yang tepat, konsultasikan kondisi Anda dengan Dr Yong Ren.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tentang Kerusakan Tulang Rawan & Terapi BMAC

Sebagian besar pasien hanya merasakan sedikit rasa tidak nyaman selama prosedur. Dokter akan memberikan anestesi lokal saat pengambilan sumsum tulang maupun saat penyuntikan BMAC. Setelah tindakan, area yang diterapi mungkin terasa sedikit nyeri atau pegal, namun biasanya akan membaik dalam waktu sekitar satu minggu.

Karena BMAC menggunakan konsentrat sumsum tulang dari tubuh pasien sendiri, risiko penolakan maupun reaksi alergi sangat rendah. Efek samping yang paling sering terjadi hanyalah rasa nyeri ringan atau pembengkakan sementara di area tindakan. Sebelum merekomendasikan terapi ini, Dr Yong Ren akan mengevaluasi riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh untuk memastikan prosedur ini sesuai dengan kondisi Anda.
PRP (Platelet-Rich Plasma) menggunakan trombosit yang diambil dari darah pasien, sedangkan BMAC menggunakan konsentrat yang berasal dari sumsum tulang sehingga mengandung kombinasi sel punca (stem cells), trombosit, dan berbagai faktor pertumbuhan yang lebih beragam. Kedua terapi ini memiliki indikasi yang berbeda. Saat konsultasi, Dr Yong Ren akan menjelaskan terapi mana yang paling sesuai berdasarkan kondisi Anda.
Hasil terapi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada tingkat keparahan cedera, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta komitmen dalam menjalani program rehabilitasi. Penelitian mengenai terapi BMAC masih terus berlangsung dan sejauh ini menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dr. Yong Ren akan meninjau hasil pemeriksaan pencitraan serta riwayat medis Anda untuk menilai apakah terapi BMAC merupakan pilihan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Terapi BMAC dapat dipertimbangkan bagi pasien yang mengalami kerusakan tulang rawan, keausan sendi pada tahap awal, atau osteoartritis ringan hingga sedang, terutama bagi mereka yang ingin mencoba pilihan terapi minimal invasif sebelum menjalani operasi. Namun, keputusan akhir tetap harus didasarkan pada pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis ortopedi.

Tentang Dr Yong Ren & Klinik

Dr Yong Ren adalah dokter spesialis ortopedi yang telah menyelesaikan pelatihan fellowship, dengan keahlian dalam bedah panggul dan lutut, rekonstruksi panggul, bedah tulang belakang, serta penanganan patah tulang. Beliau menjalani fellowship di Inselspital Bern, Swiss, dan sebelumnya memimpin tim trauma ortopedi di Khoo Teck Puat Hospital, Singapura. Dalam praktiknya, terapi BMAC merupakan salah satu pilihan pengobatan yang digunakan sebagai bagian dari pendekatan penanganan yang menyeluruh. Bergantung pada kondisi pasien, Dr. Yong Ren dapat merekomendasikan berbagai pilihan terapi, mulai dari perawatan nonoperatif hingga tindakan operasi yang lebih kompleks.
Dr Yong Ren berpraktik di The Orthopaedic and Pain Practice, Singapura. Anda dapat menghubungi tim beliau melalui WhatsApp atau telepon untuk menjadwalkan konsultasi. Bagi pasien dari Indonesia, tersedia layanan pendampingan berbahasa Indonesia sejak pertama kali menghubungi klinik, sehingga proses konsultasi dan pengaturan jadwal menjadi lebih mudah dan nyaman.

Merencanakan Perjalanan Berobat dari Indonesia

Sebagian besar pasien hanya perlu berada di Singapura selama 2–4 hari. Prosedur BMAC dilakukan tanpa perlu rawat inap, sehingga pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah tindakan. Dr. Yong Ren biasanya menyarankan pasien untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan. Sebagian besar pasien sudah merasa cukup nyaman untuk kembali terbang ke Indonesia dalam waktu 1–2 hari setelah prosedur.
Anda dipersilakan membawa hasil MRI yang sudah dilakukan di Indonesia. Dr Yong Ren akan meninjau hasil pemeriksaan tersebut saat konsultasi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan pencitraan yang lebih baru, tergantung pada kualitas hasil MRI atau kapan pemeriksaan tersebut dilakukan. Tim Dr Yong Ren akan memberikan informasi terlebih dahulu sehingga Anda dapat mempersiapkan dan merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Biaya terapi BMAC di Singapura umumnya berkisar antara SGD 3.000 hingga SGD 6.000, tergantung pada rencana perawatannya Biaya konsultasi dan pemeriksaan penunjang, seperti pencitraan medis bila diperlukan, akan dikenakan secara terpisah. Setelah konsultasi awal, Anda akan menerima estimasi biaya yang jelas dan disesuaikan dengan kondisi Anda. Tim Dr Yong Ren yang melayani dalam bahasa Indonesia juga siap membantu Anda mulai dari konsultasi awal hingga proses penjadwalan tindakan.

Jaga Kesehatan Sendi Anda. Kembali Beraktivitas dengan Percaya Diri.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya